Kesadaran  

Pandangan Freud terhadap Kesadaran dan ketidaksadaran

 

 

Pemahaman tentang kesadaran dan ketidaksadaran manusia merupakan salah satu sumbangan terbesar dari pemikiran Freud. Menurutnya, kunci untuk memahami perilaku dan problema kepribadian bermula dari hal tersebut. Ketidakasadaran itu tidak dapat dikaji langsung, karena perilaku yang muncul itu merupakan konsekuensi logisnya.

Menurut Gerald Corey, bukti klinis untuk membenarkan alam ketidaksadaran manusia dapat dilihat dari hal-hal berikut, seperti:

(1) mimpi; hal ini merupakan pantulan dari kebutuhan, keinginan dan konflik yang terjadi dalam diri,

(2) salah ucap sesuatu; misalnya nama yang sudah dikenal sebelumnya,

(3) sugesti pasca hipnotik,

(4) materi yang berasal dari teknik asosiasi bebas, dan

(5) materi yang berasal dari teknik proyeksi, serta isi simbolik dari simptom psikotik.

 

Sedangkan kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil atau tipis dari keseluruhan pikiran manusia. Hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es yang ada di bawah permukaan laut, dimana bongkahan es itu lebih besar di dalam, ketimbang yang terlihat di permukaan. Demikianlah juga halnya dengan kepribadian manusia, semua pengalaman dan memori yang tertekan akan dihimpun dalam alam ketidaksadaran.

 

Secara skematis alam bawah sadar dan alam sadar dapat dibandingkan sebagai berikut :